pheew..a lot has happened since the last time i wrote this blog,,
stupid, funny, embarrassing, happy, great, and excellent moments where i have my cheeks blushed over and over again knowing that somehow i could do something that stupid or i could be in a situation where everything seemed to be perfect and i had the best time of the day..but it will take a lot of pages and a lot of time to type ‘em all, so i’m just gonna start with something that i’ve been wanting to talk about since a couple of months ago, which is………………………
jreng,,jreng,,eng,,ing,,eng..!!
L.O.V.E.
i know it’s sound corny and cliche.. but i promise you that it won’t be.. ;p
hee hee..
okay, here it goes…
lo percaya gak sama kalimat yang bilang bahwa things must be happened for a reason? bahwa ga ada yang namanya kebetulan? pertamanya gue agak gak terlalu ngerti dengan kalimat itu, karena selama gue hidup ada banyak kejadian yang terjadi yang hingga sekarang masih belum bisa gue temukan alasan di baliknya. tapi…pendapat itu berubah sejak sekitar 10 bulan yang lalu. saat dimana gue pertama kali bertemu dengan dia. saat dimana gue mendapatkan one of the greatest times i have in faculty of psychology, University of Indonesia ;D
kenapa bisa begitu?
begini ceritanya…
sekitar sepuluh bulan yang lalu, gue dan teman2 gue sangat bernafsu untuk ikut gabung di salah satu kepanitiaan yang diadain di kampus gue. orang2 di kepanitiaan ini nantinya bakal jadi orang yang mempersiapkan salah satu acara terbesar di kampus gue dan kalo ikut kepanitiaan ini, kita bisa memperoleh kesempatan untuk ketemu dengan orang2 baru..
nah, dengan semangat untuk memperluas networking, gue pun mengumumkan sama temen2 gue buat nulisin nama gue di open recruitment kepanitiaan itu kalo udah ada. open recruitment-nya itu ga bisa diduga-duga kapan dikeluarinnya, jadi gue minta tolong ke banyak orang buat nulisin nama gue kalo sewaktu-waktu tu recruitment keluar saat gue lagi ga di kampus. selain itu di kepanitiaan itu juga ada satu posisi tertentu yang udah gue pengenen sejak gue masuk ke psiko. jadi, gue pun nitip pesen ke temen gue buat nulisin nama gue dan posisi yang gue pengen kalo OpRec’nya keluar..
Tapi….
walaupun gue udah meminta tolong sama lebih dari 6 orang, ternyata tetap saja OpRec itu keluar disaat gue lagi ga di kampus dan orang2 yang mau ikut di kepanitiaan itu berjubel, sampe kata temen gue ngantri buat nulisin nama di OpRec aja riweh’nya udah kaya ibu-ibu di daerah2 lagi antri sembako sama bagi2 duit gratis seperti yang banyak diberitakan di televisi2.. haha..
sehingga akhirnya gue ga bisa mendapatkan posisi yang gue pengenin di kepanitiaan itu. pada akhirnya, gue sih tetep jadi salah satu panitia di acara itu, cuman bukan di posisi yang sangat gue impi2kan.
pada waktu akhirnya semua panitia mulai bekerja menyiapkan acara itu, gue agak setengah hati kerjanya, karena kerjaan gue yang dengan terpaksa gue ambil ini, bener-bener berbeda jauh sama kerjaan yang pada awalnya gue pengenin itu cuma ga dapet. udah gitu, di bidang yang gue kerjain saat itu, membuat gue harus bermuka manis sepanjang waktu dan beberapa minggu sebelum waktu acara dilaksanakan ada banyak materi yang harus gue pelajarin lagi biar acaranya bisa berjalan dengan lancar. so…..at that time, i really hate that job!
but, something happened and changed my feelings. :]
setelah persiapan yang panjang, akhirnya datang jugalah waktu dimana acara itu diselenggarakan. sepanjang pagi, perut gue udah mules2 dan bergumul ga karuan, membayangkan gue harus memberikan materi yang gue sendiri ga terlalu ngerti sepenuhnya didepan setidaknya 10 sampe 12 orang. belom lagi kalo orang2 itu ternyata kritis dan mulai menanyakan pertanyaan2 aneh dan kritis yang ga bisa gue jawab ato lebih parahnya gue jawab, tapi dengan jawaban yang blo’on. oh, Gosh.. i’m gonna losing my face.. *haha*
but, magically, everything went smooth that day. i didn’t make stupid comments, people didn’t look at me with a weird stare-thinking “ugh, what the hell is she talking about?-, and even better,,that day became the very first day i met him. :}
i don’t believe in love at the first sight. so, at the first time i saw him, he was nothing but an ordinary to me. satu2nya hal yang ngebuat gue lebih gampang mengingat nama dan wajah dia, hanya karena di acara itu gak terlalu banyak cowo yang ikut.
kemudian rangkaian acara pun terus berjalan…
dan berjalan…
dengan menyenangkan! karena dia ada disitu. ;p
sepanjang acara itu, gue banyak melakukan interaksi dengan dia, and he’s such a fun person. i’ve had so much fun talking to him.
pernah gak sih lo, berada dalam satu situasi tertentu dimana lo terpaksa harus ngobrol dengan orang2 yang baru aja lo temuin, kemudian kebanyakan dari percakapan itu diisi dengan bnyak keheningan yang panjaaaang banget, sampe lo berharap, memohon, dan berdoa ke Tuhan semoga, somehow, lo kepikiran satu bahan obrolan, apa aja deh, yang penting situasinya gak kayak kuburan jeruk purut gitu?
gue pernah, and believe me,,IT SUCKS! kadang2 gue sampe harus nyanyi2 sendiri yang ga jelas gitu sambil nengok kiri kanan biar keliatan sibuk, biar suasananya gak sepi banget. atau, senjata paling ampuh, keluarin handphone trus pura-pura ada sms ato apa gitu, padahal mah sebenernya cuma lagi ngapus2 sms yang kepenuhan aja di inbox.. *hihi*
nah, suasana seperti itu enggak gue rasain saat gue ngobrol sama dia. cause he’s such an easy going, happy, and open person that makes me feel welcome every time i talk to him. dan hal itu, membuat gue sangat mudah untuk berbicara sama dia.
dan hal itu juga yang ngebuat gue keep on fallin’…
sekarang acara itu udah berbulan2 yang lalu selesai, tapi sejak ada acara itu kita mulai jadi temen. memang si, gue ga terlalu sering ketemu dia, tapi setiap kali gue sempet ketemu dia, pasti hal itu langsung ngebuat gue jadi semangat lagi. he’s like a charger to my handphone. colok dikit, gue yang tadinya low batt langsung full battery lagi.. *hahaha*
sering banget saat gue lagi ga mood atau males banget ngurusin masalah2 di kampus, gue bilang sama temen gue “duh, gue perlu charger ni, biar semangat lagi..” biasanya si temen2 gue udah tau artinya, saking seringnya gue ngomong kaya gitu.. haha..
tapi, bener loh, rasanya tuh energi gue langsung jadi maximum power setiap kali gue habis ketemu dia, ngobrol dan ketawa2 ngomongin hal2 bodoh ga jelas gitu. kaya beberapa hari yang lalu, kita ngomongin bedanya nyebutin kata SCTV dengan es-ce-te-fe, atau es-ce-te-fek/fe’. it’s a silly, unimportant thing, but it’s enough to make me smile everytime i remember that.
sampe sekarang hubungan kita gak pernah lebih dari sekedar temen, even though i keep on crossing my fingers hoping that it would change someday *hihi*, tapi bagi gue apa yang gue dapatkan sekarang pun sudah cukup. gue bisa ketemu dia cukup sering di kampus, dia selalu tersenyum lebar setiap kali kita ketemu-fyi, i REALLY like his smile-, dan setiap kali kita ketemu dan gak lagi buru2, kita selalu berbicara panjang lebar mengenai banyak hal dan pembicaraan itu selalu menyenangkan dan give us a chance for a laugh of two. dan pada akhirnya, membuat sisa hari yang harus gue jalani hari itu menjadi sangat menyenangkan.
and it also almost makes me feel like i can fly without wings ;p
*okay, i admitted, that was corny*
ada saatnya dimana gue merasa bahwa pertemanan doang itu ga cukup, dan setahunan itu waktu yang cukup panjang buat suka sama orang, sehingga kadang gue memutuskan buat ngelupain dia dan cari yang lain. because, there are a lot of fish in the sea, ya know.. atau harus gue bilang, ada banyak kadal dan buaya di dunia ini, haha.. *sorry, no offense, guys ;p*
tapi, kemudian gue ketemu dia lagi, dan berbicara sama dia lagi, and i’m fallin’ all over again… *sigh*
jadi, akhirnya gue memutuskan untuk menikmati saja perasaan yang gue miliki saat ini. lagian, dengan suka sama dia, gue sebenarnya memanfaatkan dia, lagi. karena dia akhirnya menjadi jasa me-recharge energi gratis. padahal kalo mo nge-charge batere henpon aja kita harus bayar sama PLN. tapi gue engga.
cause i have my own personal charger… *hehe*
JADI….pada intinya, dari cerita ini gue mau bilang bahwa things must be happen for a reason.
kok bisa?
coba bayangkan, kalo misalnya dulu, gue bisa nulisin nama gue di open recruitment kepanitiaan itu di bidang yang memang gue inginkan dan bukannya di bidang yang akhirnya gue dapetin?
pasti sekarang walaupun gue kenal sama dia, tapi gue pasti ga akan bisa kenal sebaik dan sedekat sekarang, and therefore, i’m gonna lose my own personal charger ;] . karena semua ini berasal dari bidang di kepanitiaan itu yang terpaksa gue ambil, dan yang kemudian membuat gue ketemu dan berinteraksi dengan dia..
okay,,that’s all for today..
is it still too corny and melodramatic for you?
well, at least i try..
beside, you can’t talk about love without getting a little bit corny, ya know?
*hahaha*
so, i’ll see ya soon on my next posting.. ;]
p.s: oia, beberapa minggu yang lalu, gue meng-post sebuat postingan yang berjudul Pride and Prejudice: Are u Pride Being Prejudice?. isinya berbicara tentang ketidaksetujuan gue atas perlakuan diskriminasi atau prasangka terhadap sekelompok orang tertentu.
kemudian, post itu mendapat beberapa komen. dari komen2 tersebut, akhirnya gue memutuskan untuk tidak mempublish kembali tulisan gue itu, karena tulisan2 gue itu memang dibuat murni berdasarkan opini gue tanpa dilakukan riset2 atau penelitian terlebih dahulu. dan gue tidak mau tulisan yang gue buat pada akhirnya menyinggung atau membuat orang marah, shingga sekarang tulisan itu tidak gue publish lagi dan gue juga ingin meminta maaf kepada siapapun yang telah membaca tulisan itu dan merasa tersinggung.
tetapi, ada satu hal yang harus gue luruskan disini. tulisan itu gue buat secara general, dalam artian pada saat menulis itu, gue tidak memihak kepada negara, agama, suku, atau bangsa apapun, tetapi gue hanya melihat pengaruh sikap diskriminasi itu secara umum kepada manusia. karena terlepas dari negara atau agama atau penggolongan2 lainnya, kita semua itu sama2 manusia sehingga rasanya tidak ada manusia yang pantas untuk didiskriminasi seburuk apapun tingkah laku yang dilakukan oleh negara atau agama mereka.
yah, begitulah…mohon maaf ya kalo ada salah2 kata, karena saya hanya manusia yang sedang berusaha menjadi lebih baik lagi, haha..
and please, don’t feel hesitate to leave any comment on your way out, because any comments, good or bad will be appreciated. ;]
thank yaa..!

(*gue mulai kayak mau manggil candyman gitu*)..hhheehh..hidup ini kayaknya penuh pilihan, dan kadang pilihan itu semuanya gak ada yang bagus dan gue harus milih salah satu yang tidak terlalu buruk diantara yang paling buruk *sebal*contoh paling sederhana adalah saat gue melihat tumpukan komik power!yang ditawarkan teman gue(sumpah,tu komik lucu banget..) dan kemudian hati gue tergugah. hmm, harus milih yang mana ya? baca komik dan berleha-leha atau mulai menggiatkan diri membaca buku psikologi umum yang biasanya gue pake buat nakutin anjing?

nobita itu. ,hehe..
e, karangan Cecelia Ahern. dan ternyata buku itu bagus banget..

yap, gue kenal dia di masa-masa gue masih sangat culun dan pemalu.